Dalam kesempatan itu, Asmoni juga menyampaikan sejumlah fasilitas yang telah disiapkan Universitas PGRI Sumenep, termasuk ruang perkuliahan yang dilengkapi pendingin udara dan perangkat penunjang pembelajaran. Kampus juga tengah mengembangkan fasilitas olahraga berskala besar yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan.

Dari sisi pembiayaan pendidikan, ia menyebut Universitas PGRI Sumenep berupaya menjaga biaya kuliah tetap terjangkau. Tahun ini, sekitar 230 mahasiswa baru juga telah ditetapkan sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Namun, Asmoni mengingatkan para penerima beasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

“Dengan mendapatkan beasiswa, ada konsekuensi untuk belajar sungguh-sungguh dan memberikan kontribusi. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kampus, bangsa dan negara,” ujarnya.

Asmoni berharap mahasiswa baru mampu menjadi pribadi yang unggul, adaptif, mandiri, memiliki etos kerja, serta tetap menjunjung tinggi akhlak dan martabat.

Ia menilai tagline PKKMB tahun ini memiliki pesan penting agar mahasiswa tidak minder meski menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.

“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak dan bermartabat. Kita harus berpikir global, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dedi Falahuddin, yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak mahasiswa baru untuk terus berpikir kritis, berinovasi, membangun relasi dan memperluas wawasan.

Ia menilai penggunaan unsur budaya lokal dalam kegiatan PKKMB menjadi bagian penting dari identitas Universitas PGRI Sumenep.