Namun, bagi Darul, substansi terpenting dari peringatan tersebut adalah bagaimana pengalaman masa lalu dapat diterjemahkan menjadi sikap politik pada masa kini.
Ia berharap kader mampu mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah sekaligus menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
Dengan cara pandang tersebut, Darul menilai perjuangan politik tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah. Nilai yang lahir dari perjalanan masa lalu harus diwujudkan dalam keberanian menjaga persaudaraan, kerendahan hati, serta keberpihakan kepada rakyat.***