Bantuan biaya renovasi rumah tersebut diserahkan secara simbolis kepada para penerima manfaat di Pulau Talango. Seluruh penerima sebelumnya telah melalui proses pendataan dan verifikasi lapangan.
Said menegaskan, kebijakan mengalokasikan seluruh dana reses untuk program bedah rumah merupakan bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat Madura yang masih hidup dalam kondisi hunian tidak layak.
"Atas dasar itulah, sebagai bagian dari penyelenggara negara, dan diberikan amanah oleh rakyat di Madura menjalankan tugas kedewanan, sudah sepatutnya untuk ikut terlibat dalam agenda agenda memberdayakan warga memperbaiki rumahnya agar lebih layak. Oleh sebab itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka," kata Said.
Ia menjelaskan, bantuan diprioritaskan bagi warga yang masuk kelompok desil 1 hingga 3 atau kategori sangat miskin, miskin, dan hampir miskin.
Selain itu, tim lapangan juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi rumah sebelum bantuan diberikan, termasuk melakukan pemantauan setelah proses renovasi berjalan.
"Warga yang menerima bantuan perbaikan rumah rata rata berada dalam rentang desil 1 sampai 3, yakni golongan masyarakat yang oleh pemerintah di kategori sangat miskin, miskin dan hampir miskin. Selain itu, tim lapangan kami juga melakukan verifikasi fisik, atas kelayakan yang bersangkutan menerima bantuan perbaikan rumah. Setelah menerima bantuan tunai untuk perbaikan rumah, kami juga menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dalam melihat warga memperbaiki rumahnya," pungkas Said.***