Ketua kelompok tani, Moh. Syukkur, mengungkapkan bahwa setelah pelatihan, banyak warga semakin tertarik menggunakan pupuk kompos karena manfaatnya yang besar dan biaya yang lebih hemat dibandingkan pupuk anorganik.

"Kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Warga jadi lebih paham manfaat pupuk kompos isi rumen, selain lebih ramah lingkungan, juga jauh lebih murah dibanding pupuk kimia," ujarnya.

Pupuk kompos yang telah matang dikeringkan dan dikemas dalam plastik 5 kg, kemudian dibagikan kepada anggota kelompok tani dan warga sekitar.

Masyarakat berharap pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut agar mereka mendapatkan wawasan lebih luas tentang pengelolaan limbah ternak dan pertanian berkelanjutan.***