Namun demikian, praktik ini tidak berhenti pada dimensi ibadah personal. Dalam realitas sosial masyarakat Madura, tradisi tersebut berkembang menjadi fenomena kolektif yang memperkuat kohesi sosial.
Ruang Silaturahmi dan Penguat Solidaritas
Lebih lanjut, Kepala MAN 2 Pamekasan itu menilai tellesen katopak berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial. Tradisi ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat ikatan sosial.
Dalam konteks sosiologi, fenomena ini dikenal sebagai collective effervescence, yakni perasaan kebersamaan yang muncul dalam ritual kolektif.