Menurut Mohammad Holis, tellesen katopak bukan sekadar tradisi, tetapi ruang dialektika antara agama, budaya, dan modernitas.
“Dalam tradisi ini, agama tidak hanya hadir sebagai sistem kepercayaan, tetapi sebagai pengalaman kolektif yang membentuk makna hidup bersama,” tegasnya.
Simbol Keberagamaan yang Hidup
Dengan demikian, tellesen katopak merupakan manifestasi keberagamaan yang hidup, di mana dimensi spiritual, sosial, dan psikologis saling terhubung dalam satu kesatuan.
Baca Juga:Karang Taruna Parjhugeh Desa Karduluk Resmi Dilantik, Kades : Karang Taruna Harus Inovatif
Tradisi ini tidak hanya merayakan keberhasilan ibadah individu, tetapi juga memperkuat jalinan sosial sebagai fondasi kehidupan masyarakat Madura.