PAMEKASAN, MaduraPost – Praktik keberagamaan dalam masyarakat tidak pernah lepas dari pengaruh budaya lokal. Di Madura, salah satu tradisi yang mencerminkan harmonisasi antara agama dan budaya adalah tellesen katopak, yang dilaksanakan pada hari ketujuh bulan Syawal.

Tradisi ini kerap disebut sebagai “lebaran kedua”, khususnya bagi masyarakat yang telah menunaikan puasa enam hari di bulan Syawal.

Wakil Ketua KKMA Plus Keterampilan Tingkat Nasional, Mohammad Holis, menjelaskan bahwa tradisi tersebut tidak sekadar menjadi simbol kegembiraan spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat.

Tellesen katopak dapat dipahami sebagai bentuk ritualisasi dari keberhasilan individu dalam melanjutkan disiplin spiritual pasca-Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi yang menyebutkan bahwa pahala puasa tersebut setara dengan berpuasa sepanjang tahun.