Kecepatan sapi dalam membajak sawah ini menimbulkan kesenangan tersendiri bagi para petani Madura.
Dari kegembiraan tersebut, muncullah kebiasaan saling adu cepat dalam membajak tanah, yang lama-kelamaan berubah menjadi perlombaan Garapan Sapi, yang kemudian dikenal sebagai Karapan Sapi.
Perkembangan di Abad ke-18: Karapan Sapi Jadi Perlombaan Resmi
Pada abad ke-18, Panembahan Somala, seorang adipati dari Sumenep, memodifikasi perlombaan ini menjadi lebih menarik. Ia memindahkan ajang adu kecepatan sapi ini dari lahan pertanian ke lapangan terbuka.