PAMEKASAN, MaduraPost - Karapan Sapi bukan sekadar perlombaan balap sapi, tetapi juga warisan budaya yang telah berakar sejak abad ke-16 di Pulau Madura.
Tradisi ini awalnya muncul bukan sebagai hiburan, melainkan sebagai bagian dari inovasi pertanian yang diperkenalkan oleh seorang ulama dari Kesultanan Demak, Syekh Ahmad Baidawi, yang juga dikenal sebagai Pangeran Katandur.
Awal Mula: Dari Garapan Sapi Menjadi Karapan Sapi
Pangeran Katandur datang ke Madura untuk menyebarkan ajaran Islam sekaligus mengajarkan teknik bercocok tanam yang lebih efisien.
Salah satu metode yang dia perkenalkan adalah membajak sawah dengan bantuan sapi, yang jauh lebih cepat dibandingkan cara tradisional menggunakan cangkul.