Untuk menghindari hal ini, para pemilik sapi mulai menyewa Warok, pendekar dari Ponorogo, sebagai Penjagheh (penjaga) sapi dan joki mereka.

Kepercayaan terhadap unsur mistis juga turut mewarnai tradisi ini. Banyak pemilik sapi yang mempercayai ritual-ritual khusus agar sapi mereka lebih cepat dan kuat saat berlomba.

Karapan Sapi di Masa Kolonial dan Era Modern

Pada masa penjajahan Belanda, Karapan Sapi menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik perhatian turis Eropa.