PAMEKASAN, MaduraPost - Jika membicarakan sejarah bahasa Indonesia, nama yang sering muncul adalah Mohammad Yamin, Sanusi Pane, atau Sutan Takdir Alisjahbana.
Namun, tahukah Anda bahwa ada sosok penting lain yang berasal dari Pamekasan? Dialah Mohammad Tabrani, seorang tokoh yang memperjuangkan penamaan agar bahasa persatuan bangsa disebut "Bahasa Indonesia," bukan "Bahasa Melayu."
Pada Kongres Pemuda I tahun 1926, konsep bahasa persatuan masih diperdebatkan. Saat itu, Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa persatuan disebut "Bahasa Melayu," mengingat penggunaannya yang luas di Nusantara.
Namun, Tabrani menolak dan berpendapat bahwa jika bangsa dan tanah air disebut "Indonesia," maka bahasa persatuannya juga harus disebut "Bahasa Indonesia."
Pendapat ini akhirnya diterima pada 2 Mei 1926, yang kemudian menjadi momentum kelahiran Bahasa Indonesia.