Namun, perjalanan keluar tidak mudah. Massa di berbagai tikungan sudah bersiap dengan alat-alat untuk mengadang, bahkan menggunakan gorong-gorong untuk memblokir jalan.
Situasi mulai mereda setelah warga mengetahui keberadaan Abdus dalam rombongan. Kaca mobil rombongan awalnya tertutup rapat, tetapi Abdus memutuskan turun tangan langsung. Ia berbicara kepada massa untuk menenangkan situasi.
"Saya turun untuk menahan amarah warga dan meminta mereka memberi jalan. Akhirnya, rombongan berhasil keluar dengan selamat," ungkapnya.
Abdus juga sempat menghubungi tokoh setempat, termasuk Moh Wijdan, Kepala Desa Ketapang Daya yang dihormati masyarakat, untuk meminta izin turun tangan.
"Sebagai orang luar Ketapang, saya harus menghormati tokoh lokal sebelum bertindak," katanya.