Ia menegaskan bahwa tidak pantas bagi video tersebut untuk disebarluaskan secara luas.

Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Taman Bunga Kacok, Palengaan, juga ikut angkat bicara. Beliau meminta agar video yang tengah viral tersebut dihapus, dan seluruh kru yang terlibat dalam pembuatan video meminta maaf secara terbuka.

Kendati demikian, video tersebut telah ditonton sebanyak 389.687 kali dan mendapat 6,3 ribu komentar hingga berita ini diturunkan.

RMI NU Pamekasan berencana untuk berkoordinasi dengan LBHNU (Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama) dan mengambil langkah hukum jika permintaan mereka tidak diindahkan.