Keduanya, berinisial BS dan EH, merupakan warga setempat. Mereka sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat sebelum akhirnya diperbolehkan pulang karena kondisi telah stabil.
Pasca kejadian, tim gabungan dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pihak kecamatan, serta pemerintah desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Petugas telah memasang rambu peringatan dan garis pengaman guna mencegah masyarakat mendekati area berbahaya.
Hingga saat ini, pihak terkait masih berkoordinasi untuk mencari jalur alternatif agar mobilitas warga dan wisatawan dapat kembali berjalan, sembari menunggu langkah perbaikan darurat pada jembatan yang amblas.