PROBOLINGGO, MaduraPost – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Probolinggo Raya menggelar aksi demonstrasi jilid II pada Senin (9/3/2026) sebagai bentuk protes terhadap dugaan kekerasan aparat kepolisian yang dinilai kerap menimbulkan korban di sejumlah daerah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik keras terhadap institusi kepolisian dan menuntut komitmen nyata dalam penegakan hukum yang adil serta tidak represif terhadap masyarakat.

Aksi tersebut dipicu oleh sejumlah kasus kematian warga sipil yang diduga melibatkan oknum aparat kepolisian. Mahasiswa menilai rentetan peristiwa tersebut telah melukai rasa keadilan publik serta memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Beberapa kasus yang disorot dalam aksi tersebut antara lain meninggalnya Faradila Amalia Najwa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang asal Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada 16 Desember 2025.

Selain itu, massa aksi juga menyinggung kematian Aryanto Tawakal (AT), pelajar Madrasah Tsanawiyah berusia 14 tahun di Tual, Maluku, serta Betran Eka Prasetyo, pemuda 18 tahun asal Makassar.