“Kehadiran DPRD harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Kami tidak ingin aspirasi berhenti di forum reses saja, tapi harus ditindaklanjuti dengan program nyata,” tegasnya.
Kegiatan reses berlangsung hangat dengan kehadiran tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga kelompok pemuda. Mereka menilai Ambar sebagai wakil rakyat yang mau turun langsung mendengar suara warga.
“Jarang ada anggota dewan yang mau mendengar kami secara terbuka begini. Semoga aspirasi kami benar-benar diperjuangkan,” ujar salah satu warga dengan penuh harap.
Reses Ambar Pramudya Wardani kali ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi langsung antara rakyat dan wakilnya masih sangat dinantikan.
Kehadirannya di tengah masyarakat seolah menjadi pengingat: DPRD bukan hanya ruang sidang, melainkan jembatan yang harus menghubungkan suara rakyat dengan kebijakan pembangunan.***