“Selebrasi hanya sesaat, satu dua hari. Setelah itu, tugas besar menanti: bagaimana ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Dr. Fera menambahkan, yang membuat lulusan IAI Syaichona Mohammad Cholil berbeda adalah jiwa santri yang melekat kuat pada mereka.

“Di era persaingan global, yang akan bertahan adalah mereka yang berintegritas, amanah, bekerja keras, dan terus belajar. Nilai-nilai pesantren itu yang kami tanamkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, kampus juga memberi banyak penghargaan kepada mahasiswa dan dosen berprestasi, mendorong mereka terus memperluas literasi dan wawasan. Menurutnya, di zaman sekarang apa pun bisa jadi peluang kerja—termasuk menjadi konten kreator—selama diiringi dengan integritas dan pengabdian.