Budi Nugroho menambahkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sampang mengenai insiden ini.
“Kami sudah berkoordinasi dan menunggu tindakan selanjutnya,” ujar Budi.
Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak karena ketinggian semburan air yang mencapai puluhan meter, menunjukkan adanya tekanan air bawah tanah yang signifikan di area tersebut.***