Begitu juga, tambah Nurul, sering melihat anak-anak tersandung bongkahan batu yang keluar dari badan jalan, hingga jatuh, terluka, bahkan berdarah.

"Bukan hanya orang tua, disini banyak anak-anak yang jalan kaki menuju lembaga pendidikan dan sering saya melihat tersandung batu dijalan poros yang tak ada wujud Pamekasan Hebat ini, Dimana Bupatinya Mas?," geramnya.

Bahkan, kata seseorang menimpali, bukan hanya jalur ini saja yang rusak parah. Ada juga dari pintu masuk Barisan keselatan, jalur Desa Panaan dengan Desa Angsanah sudah tidak tampak sebuah jalan poros.

"Disepanjang jalan poros di desa ini, jika musim hujan layaknya sungai, jika musim kemarau kepulan debunya sangat mengganggu pengguna jalan. Mulai tahun 2020 katanya akan ada perbaikan. Namun nyatanya hanya janji palsu mas," timpalnya.

Sementara itu, Kepala Desa Panaan Muhammad Ali, disoal perbaikan jalan poros di desanya, ia membenarkan akan ada perbaikan. Warga diminta untuk bersabar karena jalan poros ini bukan wewenangnya.