Mahasiswa mengancam, jika tidak kunjung ditemui oleh pimpinan STKIP PGRI Sumenep, akan menginap di luar kampus.
"Kami tidak akan memberikan masuk siapapun ke dalam kampus, selama pimpinan tidak menemui massa aksi,"
Di lokasi, mahasiswa tetap bertahan, sesekali menggelar doa tahlil. Berbagai jenis poster tuntutan mahasiswa dibentangkan, mulai dari 'Mahasiswa dilarang melakukan aksi demonstrasi' hingga cacian 'Kampus STKIP berpolitik'.
Mahasiswa juga sempat ingin membakar ban, namun hal itu dicegah oleh aparat kepolisian. Hal itu sebagai bentuk kekecewaan sebab tak kunjung ditemui pimpinan kampus setempat. Hasilnya, cekcok antara mahasiswa dan polisi tak terelakkan.