Beliau juga menyampaikan, kalau banjir tersebut terjadi karena akibat tingginya luapan air, maka yang perlu kita ingat tutur dia, menjadi bijak bukan oleh ingatan masa lalu dengan janji-janji politik.
"Tetapi dengan tanggung jawab Republik Hebat untuk masa depan masyarakatnya," tutur Sang Koboi Hebat dari Pamekasan (julukan) melalui hubungan via WhatsApp-nya, Kamis (3/3/2022).
Mantan Kalapas Kelas II A Pamekasan yang saat ini jadi Kalapas di Daerah NTT juga menyinggung dan menegaskan soal tanggung jawab sebagai masyarakat. Dimana masyarakat itu sebut dia, tidak boleh lari dari tanggung jawab.
"Disinilah kita sebagai masyarakat tidak boleh lari dari tanggung jawab, karena lari dari tanggung jawab adalah pilihan para pengecut. Manusia lahir dengan takdir sebagai pemimpin dan penjaga, bukan pecundang," ujarnya.