“Meski sinyal buruk, HomPIMPA masih berfungsi, dapat menyimpan data di sistem internal kami, data otomatis bisa diakses jika jaringannya sudah normal,” kata Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep, Agus Mulyono saat dikonfirmasi sejumlah media baru-baru ini, Kamis (17/2).

Menurutnya, data terintegrasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumenep secara real time.

Menurut catatan Dinkes dan P2KB Sumenep, semua akses bisa terhubung di semua sarana, termasuk data BPJS secara nasional. Dapat diakses di seluruh Puskesmas juga di data induk.

“Manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat, jika mereka berasal dari kepulauan misalnya, kemudian sakit saat berada di daratan maka bisa langsung datang ke puskesmas terdekat. Catatan kesehatan yang bersangkutan langsung bisa diakses real time, catatan pengobatan, catatan alergi, riwayat pengobatan termasuk riwayat pemeriksaan dapat diakses berbagi antar sarana kesehatan, tidak mengulang periksa dari awal, karena aksesnya pakai NIK,” kata dia menguraikan.