Ia juga mengatakan, akibat dari melambungnya dan langkanya pupuk bersubsidi itu, pihaknya merasa sangat miris terhadap para petani yang saat ini sudah mulai bercocok tanam. Maka dari itu, kata dia, DPRD Pamekasan harus betul-betul serius menangani persoalan tersebut.

"Harga pupuk yang ditentukan pemerintah adalah jenis urea Rp.2.250,-/kg, Rp. 112.500,-/karung ZA Rp. 1.700,-/kg, Rp. 85.000,-/karung. SP-36 Rp.2.400,-/kg, Rp. 120.000,-/karung. NPK PHONSKA Rp. 2.300," jelasnya saat orasi.

Sementara Ismail A Rahim selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan di ruang lobi kantor DPRD setempat mengatakan, kalau pihaknya sudah melakukan beberapa kali rapat dengan mengundang distributor, Dinas terkait dan pemantau pupuk.

"Pada saat itu Komisi II mendesak agar menjelang musim tanam di 2021 ini tanam padi dan jagung, agar pupuk aman, dan saya sudah minta itu," katanya kepada Pewarta.