"Bisa menghasilkan produk yang tidak biasa. Misalnya, produk mie yang terbuat dari labu. Artinya peserta punya inovasi baru," jelasnya.
Pelatihan yang dimentori langsung oleh Budi Rusmiyanto dan Ir. Indasar ini tidak hanya sebatas penyampaian materi saja. Melainkan, dilengkapi dengan praktek pembuatan produk baru.
"Beliau memang punya kompetensi. Selain itu, juga memiliki semua peralatan yang dibutuhkan," tutur mantan Sekretaris DPRD Sumenep ini.
Dia pun berharap, peserta yang telah mengikuti pelatihan ini tidak hanya terfokus pada produk yang dijadikan contoh dalam pelatihan, melainkan bisa menghasilkan inovasi baru nantinya.
"Pasca pelatihan ini, saya harapkan peserta mampu menghasilkan kreasi baru," tandasnya.