Abdus menyampaikan pentingnya literasi media di era digital. Maraknya informasi hoaks yang beredar, salah satunya disebabkan adanya pemahaman yang tidak utuh dalam menyerap informasi.
Salah satu sumber hoax yang sering terjadi biasanya disebarkan melalui WhatsApp Group yang dinilai semua orang bisa memproduksi sekaligus juga bisa menyebarkan informasi tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan media konvensional yang memiliki kode etik sebagai bagian dari ekosistem pers.
"Karena pers punya kode etik dan identitasnya jelas, alamat serta penanggungjawabnya juga jelas, kalau ada apa-apa mereka lah yang harus bertanggungjawab. Tapi kalau yang ditulis-tulis sama orang, kita jangan terlalu mudah percaya," tegas Abdus.
Abdus berharap, dengan sosialisasi ini peredaran hoax melalui media sosial di Sampang dapat berkurang dan masyarakat semakin melek dalam literasi digital sehingga dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.