Asap rokok mengepul, menyulut dan membakar ruang diskusi. Sementara lingkaran wacana terus berdatangan, dari mulai ide-ide hingga masukan menyatu padu. Tak henti-henti nuansa diskusi terus mengalir hingga menyeruput kopi tidak terasa, hanya manis gula menyatu di setiap kata.
Hingga petang, adzan magrib berkumandang, Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, beserta Ketua PC IPNU Sumenep, Zainullah, unjuk pamit. Tak lupa, mereka bergandengan dalam menyatukan kemitraan berorganisasi.