SUMENEP, MaduraPost - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dihelat pada 8 Juli mendatang di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur seolah semakin mendidih.

Gejolak politik dikalangan masyarakat Sumenep ini dilatarbelakangi banyaknya persoalan Pilkades yang menjadi tradisi. Seperti yang terjadi di Desa Larangan Perreng Kecamatan Pragaan. Lazimnya, dalam pemilihan calon kepala desa di setiap daerah, para calon kades (Cakades) didominasi dari putra daerah setempat.

Namun, hal itu tidak berlaku sepenuhnya di Desa Larangan Perreng. Sebab, dari enam orang Cakades, empat orang diantaranya berasal dari luar daerah. Sehingga, kondisi itu menyulut emosi kalangan pemuda desa setempat.

Tokoh muda Desa Larangan Perreng M. Ridwan mengaku, pihaknya sangat kecewa dengan keberadaan bursa pencalonan kepala desa tempat ia lahir. Sebab, para Cakadesnya kebanyakan impor dari luar.

Dia menduga, adanya empat orang Cakades dari luar daerah memang disengaja alias didalangi oleh oknum. Supaya, Cakades yang diinginkan masyarakat gugur di penyaringan skoring.