"Kalau memang hanya untuk skoring kenapa harus mendatangkan dari luar daerah," ujarnya kecewa, Kamis (27/5).
Pihaknya menambahkan, kesengajaan melebihi batas maksimal dalam bursa pencalonan Cakades juga menciderai asas demokrasi. Sebab, apabila calon yang benar-benar diinginkan masyarakat gugur hanya gara-gara penilaian skoring, maka tentu saja membuat masyarakat malas datang ke tempat pencoblosan. Akibatnya, masyarakat akan golput.
"Yang pantas dan diinginkan masyarakat tak punya kesempatan, jelas ini menciderai demokrasi," imbuhnya.
Ridwan menyatakan, pihaknya tidak menjamin manakala kondisi ini dibiarkan akan menghasilkan pemimpin yang baik untuk kemajuan desanya ke depan. "Kalau kayak gini, masyarakat tidak menjamin apa dan bagaimana nanti akhirnya. Kami sangat kecewa yang jelas," timpalnya.