"Itu kita akan konsultasikan ke Provinsi. Ini menjadi masukan, tidak akan bisa jawab sekarang. Saya akan hapus nanti, tapi kita akan bicarakan dengan ada kajian hukum, ketika tidak jelas pasal satu dengan lainnya itu," dalihnya.

Ditanya alasan Bappeda telah menambah titik tambang fosfat menjadi 17, dia mengatakan hal tersebut merupakan masukan dari masyarakat. Sementara soal pemunduran jabatan yang diinginkan mahasiswa, pihaknya memilih tidak berkomentar.

"Saya senyumin saja," singkatnya.

Untuk diketahui, penolakan rencana penambangan fosfat di Sumenep, akhir-akhir ini terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat hingga penyambung lidah rakyat, yakni mahasiswa.