"Ya mereka harus ajukan asuransi. Bagi petani yang tidak mengajukan, ya tidak akan mendapatkan," terangnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya.
Disamping itu, belum diketahui secara pasti data keseluruhan para petani selama tahun 2020 lalu yang telah mendapatkan asuransi.
"Datanya ada, saya masih mau rapat," kata Arif, sambil menutup panggilan telfonnya.
Untuk diketahui, banjir yang menimpa sawah petani ini sudah terjadi sejak Selasa (5/1/2020) sore kemarin. Pantauan media ini, aliran air dari sawah mengalir hingga menggenang ke jelan raya, tepat di gerbang masuk kuda terbang, Kota Sumenep. Hingga Rabu (6/1) siang, hujan kembali Kabupaten berlambang kuda terbang tersebut.