Lanjut lelaki yang hampir berkepala empat itu menjelaskan bahwa dirinya menjadi nelayan kurang lebih 20 tahun, walaupun omzet yang didapat dirasa tidak mencukupi akhir akhir ini disebabkan faktor hujan yang membuat para nelayan memutuskan untuk berdiam diri di rumah.
"Kita tidak bisa melawan kehendak dari Allah, apabila kita maksa melaut bisa-bisa nyawa yang melayang," ungkap lelaki yang melaut semenjak tahun 2000 itu.
Selain itu, Yono beberapa hari ini sering kekurangan makanan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, karena hanya itu satu satunya pekerjaan yang dirinya miliki.
"Penghasilan kami tidak nututin, lalu kemudian saya jual apa aja yang laku demi menyambung hidup. Ibarat pepatah, hasil dari laut makan dari laut secara otomatis hidup kami dari laut," keluhnya.