Pendekatan yang dilakukan berharap tidak hanya sekedar mencari popularitas, melainkan demi mewujudkan program dan melayani masyarakat.

"Kepala daerah setingkat Bupati yang dilihat bukan pembicaraan dan retorikanya. Namun programnya. Seberapa besar program itu sudah dilayani dan dirasakan baik oleh masyarakat, itu yang pasti," kata Anwar kepada Madura Post, Sabtu (14/12).

Menurutnya, kebiasaan pejabat publik setelah mendapat jabatan, sering lupa terhadap janji politiknya. Sehingga tidak asing, masyarakat di bawah sering dikibuli dan merasakan perlakuan yang mengecewakan.

(mp/red/*)