​Ironisnya, di tengah kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni ini, aktivitas pelayanan medis tetap dipaksakan berjalan. Pemerintah Kabupaten Pamekasan seolah menutup mata terhadap risiko besar yang mengintai para petugas medis dan masyarakat.

​"Kami tidak punya pilihan lain. Tapi jujur, setiap kali ada angin kencang atau hujan deras, kami selalu was-was. Ada ketakutan jika tiba-tiba atap ini ambruk saat kami sedang berobat," ungkap salah seorang warga dengan nada getir. Senin (02/02/2026)

​Kondisi ini menjadi rapor merah bagi pemerataan infrastruktur kesehatan di wilayah pelosok. Kini, harapan besar disandarkan warga Desa Sana Tengah kepada pundak Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

​Masyarakat mendesak kepemimpinan K. Kholilurrahman dan Sukriyanto untuk menjadikan renovasi Pustu Sana Tengah sebagai prioritas utama dalam program kerja mereka. Warga berharap pemerintah tidak hanya datang saat meminta suara, tetapi juga hadir saat keselamatan rakyatnya terancam.