Sikap tertutup dari pihak kejaksaan justru menambah keraguan publik. Banyak pihak mendesak agar lembaga seperti Komisi Kejaksaan dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini.

“Kami harap ada transparansi. Kalau memang ada suap, harus diusut sampai tuntas.

Penegakan hukum tidak boleh dipermainkan,” ujar Hanafi aktivis anti-korupsi di Sampang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Kejati Jawa Timur maupun Komisi Kejaksaan terkait laporan dan desakan masyarakat tersebut.