Salah satu pengendara, Anam, yang kerap melintasi jalur tersebut, mengaku kecewa terhadap Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, yang pernah menjadikan proyek jalan Kedungdung-Bringkoning sebagai janji politiknya. Hingga kini, janji itu belum terealisasi sepenuhnya.

"Katanya mau dituntaskan, tapi kenyataannya tidak tuntas-tuntas. Ini bukan sekadar jalan, ini simbol kegagalan pemerintah daerah menepati janji," ujarnya.

Kisah perjuangan warga Tlagah bukan hanya tentang infrastruktur. Ini adalah cerita tentang ketahanan, tentang harapan yang tak lagi bergantung pada birokrasi lamban dan politik yang mencla-mencle. Ketika janji tinggal janji, rakyat mengambil peran. Dengan tangan mereka sendiri, mereka membangun harapan yang nyata.

Kini, setiap meter jalan yang dicor menjadi bukti keteguhan hati dan kekecewaan yang mendalam. Jalan itu bukan sekadar akses antar kecamatan—ia adalah monumen diam dari perjuangan masyarakat yang tak ingin lagi dibohongi.