*Budaya Menjaga Nilai Identitas Bangsa*

Adanya perang pemikiran, menurut Riadi Ngasiran, kini terjadi  secara massif, dipersiapkan secara matang dan terukur, diterapkan secara teratur dan sistematis melalui sarana-sarana yang menjadi kebutuhan umat.

"Semisal, pers dan media informasi, pendidikan, hiburan dan olahraga, yayasan dan lembaga sosial masyarakat. ‎Yang menjadi sasaran ghazwul fikr adalah pola pikir dan akhlak. Apabila seseorang Muslim sering menerima pola pikir sekuler, maka iapun akan berpikir ala sekuler, " tuturnya, dalam keterangan Kamis 31 Oktober 2024.

Diingatkannya, menurut teori, terdapat  tiga cara melemahkan dan menjajah suatu negeri: Pertama, Kaburkan sejarahnya.  Kedua, Hancurkan bukti-bukti sejarah bangsa itu hingga tidak bisa lagi diteliti dan dibuktikan kebenarannya; Ketiga, putuskan hubungan mereka dengan para leluhur, dengan mengatakan jika leluhur itu bodoh dan primitif.