"Tak usah lah bercerita dengan menjual kesedihan dengan uang 26 ribu demi cari perhatian dan cari simpati. Waktu jadi Bupati kan emang selayaknya mengayomi menjadi pelayan masyarakat, itu memang tugasnya," ucap Fauzi.
Fauzi yang juga merupakan dosen disalah satu kampus Negeri di Surabaya tersebut juga menyinggung soal pernyataan Slamet Junaidi prihal surga dan neraka. Menurutnya politik itu jangan selalu dikaitkan dengan agama. Karena masyarakat sudah mulai banyak yang melek politik tidak bisa dibohongi atas nama agama.
"Saya rasa Slamet Junaidi ini norak banget ketika bilang 'dari pada saya masuk neraka mending saya gak jadi bupati, saya mau masuk surga saja'. Hal tersebut menurut saya adalah pembodohan, apalagi berbicara didepan pemuda," imbuhnya.