"Dilokasi kan tidak ada papan informasinya, Juga tidak kelihatan adanya pengawasan, Jadi memang pekerjaan tersebut hasil konspirasi jahat antara dinas dan Kontraktor," imbuhnya.
Jauhari meminta kepada Dinas terkait untuk membongkar pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan, "Kalau tidak dibongkar, Berarti benar, kalau Dinas sudah sekongkol dengan kontraktor," Tambahnya.
Baca Juga:Kades Gersik Putih Dinilai Ambisius Bangun Tambak Garam Hingga Tangisan Warga Pecah, Demi Apa?
Berdasarkan pantauan MaduraPost, Proyek TPT tersebut dikerjakan dengan cara menata batu kemudian dicaplok dengan campuran semen dan pasir.
Dilokasi kegiatan proyek juga tidak ada papan informasi yang menunjukan jenis dan anggaran biaya, termasuk leding sektor proyek.