Saat itu, kata Chironi, pihak yang mengaku keluarga Atman tersebut ingin memastikan, jika undangan pemberangkatan haji milik Atman tidak kemana-mana atau diberikan kepada orang lain.

"Sempat mereka ini menyebut, jangan sampai Sumenep" class="inline-tag-link">Kemenag Sumenep ini ada permainan. Ya saya bilang, oke silahkan ambil di Seksi Haji," ucapnya.

Chaironi menduga, saat Seksi Haji Sumenep" class="inline-tag-link">Kemenag Sumenep menunjukkan undangan pemberangkatan haji milik Atman kepada salah satu oknum yang mengaku keluarganya, disitulah mulai banyak gambar foto menyebar di media sosial.

"Ya mungkin saat itu langsung di foto dan lalu viral, seolah-olah Pak Atman yang awalnya gagal jadi berangkat berdasarkan undangan itu bisa berangkat. Lah, ini padahal kan salah. Undangan itu adalah undangan pemberangkatan yang di Gor A. Yani Sumenep," kata Chaironi menguraikan.

Chaironi mengungkapkan, data Atman memang belum masuk. Namun, Pemerintah Indonesia tengah melakukan lobi-lobi dengan Kerajaan Arab Saudi. Diharapkan, hasil lobi-lobi tersebut dapat menghasilkan aturan yang lunak.