"Anggaran kita hanya 3 miliar lebih. Hal ini yang menjadi persoalan tidak meratanya program tersebut di semua sekolah," tutur Agus.

Pihaknya berharap, pada tahun ajaran baru 2022-2023 mendatang, program wajib diniyah bisa terlaksana di semua lembaga SD.

"Alhamdulillah kita sudah mengefektifkan anggaran dan bisa mengcover di 27 kecamatan, baik daratan dan kepulauan," pungkasnya.