SAMPANG, MaduraPost - Pelaksanaan penetapan pemilih Pilkades Antar Waktu (PAW) di Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, menuai kritikan dan diduga sarat nepotisme.
Pasalnya, Panitia sudah mempunyai 9 nama calon pemilih yang kemudian dimintakan persetujuan kepada para tokoh, bukan berdasarkan pengajuan dari setiap dusun.
Hal itu disampaikan oleh salah-satu warga yang diundang sebagai Tokoh Pemuda, Hoiri mengatakan, bahwa dirinya merasa keberatan dan menganggap hal tersebut bukan pemilihan melainkan pengumuman.
"Bagi saya itu bukan pemilihan tetapi pengumuman, jadi saya merasa keberatan dengan adanya pemilihan seperti itu," ujar Hoiri dengan nada kecewa, pada Rabu (13/04/2022).
Menurut Hoiri, kalau itu pemilihan setiap tokoh yang ada di dusun itu diusung oleh beberapa orang, nantinya dipilih siapa yang berhak menjadi perwakilan untuk memilih PAW tersebut sesuai dengan kesepakatan.