Kemudian, ada saluran gas dari setiap sumur yang dialihkan langsung ke unit produksi lepas pantai bergerak (mobile offshore production unit atau MOPU) dengan menggunakan jalur jumper yang fleksibel.

"Ada fasilitas pemrosesan untuk pengolahan sweet gas seperti perlakuan gas, sistem kontrol dehidrasi, dan titik embun, dan kompresi pada MOPU. Sementara 8 kilometer, 10 jalur pipa ekspor yang berada di bawah laut terikat dengan 28 East Java Gas Pipeline (EJGP)," papar dia.

Dikatakan lebih lanjut, jauh sebelum beroperasi, HCML sudah menyelesaikan sejumlah kewajiban terhadap warga sekitar, termasuk nelayan, sejak 2016. Pihaknya juga menyebutkan, saat HCML melaksanakan kegiatan uji teknis kondisi bawah laut selama 7 hari, diharuskan tidak ada rumpon di sekitar area eksplorasi dan eksploitasi.

"Kami menjalin komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) setempat, terutama masyarakat Pulau Giliraja dan Giligenting, Sumenep. Kami berusaha agar kehadiran HCML juga bermanfaat bagi masyarakat lokal," kata Hamim Tohari lebih lanjut.