Senada dengan hal itu, salah satu perwakilan awak media Sumenep, Syamsul Arifin dalam sambutannya mengaku siap dan bersedia menjadi mitra baik Polres Sumenep.
Meski begitu, dia tidak menampik ada beberapa tulisan satire dan menggelitik yang di tulis oleh jurnalis.
Hal itu menurutnya merupakan hal yang wajar dilakukan kawan seprofesinya sebagai upaya mengoreksi dan memberikan stimulus agar instansi terkait lebih hati-hati dan baik dalam menjalankan programnya.
"Tulisan menggelitik memang perlu dilakukan, tetapi tetap harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik," papar Jurnalis Media Cetak Harian Birawa ini.
Pada kesempatan silaturrahmi tersebut. Kapolres Rahman mengundang 5 organisasi media di Sumenep. Diantaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS), Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep.