"Perjuangan saya sangat berat, karena dari awal saya pernah jadi petugas pengambil bola yang keluar lapapangan. Ya, saya pernah jadi itu dulu,” cerita Riqzal bernada sendu.

Cerita pilu lainnya dilontarkan Riqzal, yaitu pernah menjadi pengepel lapangan. Tetapi, karena tekad yang bulat disertai upaya yang tidak lelah, seiring berjalannya waktu, dia mulai dipercaya menjadi hakim garis.

“Jadi kadang, di kejuaraan resmi, saya jadi tukang ngepel lapangan,” ingatnya proses yang dilaluinya.

Lambat laun, Ayah dari Afshin Nur Aisyah ini akhirnya membulatkan tekat dan niat yang matang, bagaimanapun caranya, harus bisa mencapai keinginan yakni menjadi wasit profesional.

Hingga pada tahun 2013 silam, ia memilih upgrade ke nasional level B. Kemudian dipercaya menjadi wasit pada Kejurnas Junior 2016. Bertolak dari situ, Riqzal semakin percaya diri.