"Katidakhadiran Kapolres Sumenep adalah bentuk ketidakberanian menghadapi mahasiswa. Sepintas kami menilai, Kapolres AKBP Rahman Wijaya gagal, sebab tidak ada Kapolres yang begini sebelumnya," ucap Robi Nurrahman, Ketua DPC Sumenep" class="inline-tag-link">GMNI Sumenep, dengan nada kecewa, Senin (18/10).
Mereka berjanji akan segera melayangkan surat aksi kembali ke Polres Sumenep. Hal itu sebagai bentuk komitmen mahasiswa bagaimana mengawal kedzoliman terhadap demokrasi yang dilakukan oleh Kepolisian.
"Kami akan segera melayangkan surat aksi. Ini sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Kapolres Sumenep karena tidak menemui kami. Bahkan kami akan melakukan aksi berjilid-jilid sampai Kapolres AKBP Rahman menemui kami dan menyatakan sikap," sambung Mohammad Nor, Ketua Gempar, mengakhiri orasi di Mapolres Sumenep itu.
Diketahui, saat menyampaikan aksinya, mahasiswa dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Sementara pihak kepolisian melalui Wakapolres Sumenep, menyatakan jika Kapolres Sumenep tengah menghadiri giat vaksinasi.