Menanggapi hal itu (keterlibatan anggota DPRD Pamekasan, red), salah seorang mantan Aktivis senior di Pamekasan menegaskan dan minta agar otak dibelakang Presma tersebut diungkap. Sebab dirinya yakin, kalau Presma itu tidak mungkin berani menyatakan dan memberikan jaminan terhadap yang melakukan pengrusakan atau tindakan anarkistis itu.
"Terus dia (Presma IAIN Madura, red) memberikan jaminan tidak mungkin dihukum. Berarti itu kan transfer bahasa. Lah, bahasa itu munculnya dari mana, itu harus diselidiki dan dibongkar. Tidak mungkin memberikan jaminan jika tidak ada pihak lain yang melindungi. Oleh karenanya semua harus diungkap secara terang-benderang sampai tuntas," tegasnya.
memberikan jaminan seperti kalau dari pihak internal IAIN itu diduga tidak ada yang menjamin. Ini perlu diselidiki," tegas dia yang minta identitasnya disembunyikan.
Perlu diketahui, berdasarkan beberapa informasi yang dihimpun oleh Wartawan Media ini, oknum DPRD Pamekasan yang diduga melindungi dan menyembunyikan Presma IAIN Madura Syaiful Bahri itu adalah berinisial S.