Pihaknya mengaku, tidak adanya pengelolaan sampah secara maksimal itu bukan tanpa alasan. Sebab, jumlah anggaran yang dialokasikan untuk persampahan sangatlah terbatas, dan Agus tak berani menyebutkan nominal anggaran tersebut.
"Mau dikelola bagaimana, semua kembali lagi ke anggaran, anggaran di DLH itu terbatas. Kalau dibakar kan polusi, agar tidak menumpuk dan berbau ya ditimbun," jelas dia.
Pihaknya meminta, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dapat meningkatkan jumlah anggaran untuk pengelolaan sampah, baik dari alokasi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) maupun anggaran pendapatan belanja negara (APBN), sehingga produksi Sumenep" class="inline-tag-link">sampah di Sumenep dapat dikelola dengan maksimal.
"Mudah-mudahan anggaran pengelolaaan sampah di DLH ditambah," harapnya.