Bentrok dipicu kepolisian Israel yang menutup tempat warga Palestina biasanya berkumpul setelah berpuasa. Penutupan itu membuat warga setempat meradang dan melancarkan aksi.
Masyarakat Palestina menyebut jika aparat Israel menyerbu warga, sementara Israel mengklaim bahwa warga Palestina melempari batu ke aparat yang sedang bertugas.
Buntut dari prahara terbaru antara Israel dan Palestina itu terus berlangsung hingga sebelas hari, dan menelan banyak korban tewas dari kedua belah pihak.
Dikutip dari bbcindonesia.com, tercatat korban jiwa akibat pertempuran itu telah menewaskan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan telah melukai 1.900 orang lainnya. Sedangkan di pihak Israel berjumlah 12 orang, termasuk dua orang anak-anak.
Kini kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, tepatnya pada Jum'at (21/5/2021) kemarin. Meski sempat terjadi kerusuhan pasca genjatan senjata. Namun untuk saat ini keadaan sudah mulai terkendali.