Hal itu terbukti dari Pernyataan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Pamekasan baik dari dinas Kesehatan atau dari Bupati Baddrut Tamam. Bahkan Pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak bisa memastikan apakah akan melakukan sosialisasi atau tidak.

Bahkan Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam tidak mau menandatangani tuntutan dan Komitmen atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan apabila terjadi sesuatu hal setelah dilakukan Vaksinasi.

Dihadapan peserta audiensi, Bupati Baddrut Tamam hanya menjelaskan terkait komitmennya untuk menjadikan Kabupaten Pamekasan menjadi kabupaten hebat yang mempunyai daya saing dengan Kabupaten yang lain.

"Beredarnya informasi yang tidak seimbang dan kabar hoax di Media sosial yang kemudian menyebabkan sudut pandang masyarakat terhadap program vaksinasi menjadi negatif," Kata Bupati.