Tidak hanya itu, masyarakat yang berada disekitar lembaga tersebut merasa gelisah dengan adanya dua lembaga yang sangat berdekatan tersebut yang jaraknya hanya kisaran beberapa meter saja.

Hal Kegelisahan tersebut dirasakan oleh S (inisial) yang merupakan masyarakat sekitar. Ia merasa tidak enak apabila menyekolahkan anaknya ke lembaga tersebut karena jaraknya satu lembaga dengan satunya sangat berdekatan.

"Gak enak mas, kalau saya pilih sekolah yang di atas gak enak sama lembaga yang di bawahnya, begitupun sebaliknya," ucap S.

Ia menilai lembaga sekolah belakang ini terutama di Kabupaten Sampang hanya dijadikan lahan untuk berbisnis bukan mendidik.